BTN Pangkas Bunga KPR Non Subsidi di Awal 2018

BTN Pangkas Bunga KPR Non Subsidi di Awal 2018
Jan 23, 2018 Informasi KPR

BTN Pangkas Bunga KPR Non Subsidi di Awal 2018

OLEH Admin Arbani Propertindo

Oleh: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang

Rabu, 15 November 2017 23:19 WIB

 KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melihat masih besarnya potensi pertumbuhan kredit perumahan, penguasa pasar kredit pemilikan rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyebut tengah mempertimbangkan opsi penurunan suku bunga KPR.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan pihaknya akan menurunkan suku bunga KPR non subsidi secara bertahap hingga 100 basis poin (bps) mulai awal tahun 2018. Hal ini utamanya, didongkrak oleh adanya penurunan dari segi biaya dana alias cost of fund perseroan.

"Sekarang rata-rata suku bunga KPR non subsidi BTN di kisaran 9,5%, kami akan berusaha turunkan tergantung dari biaya dana kita dari dana pihak ketiga," ujar Maryono saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (14/11).

Pun, sejak awal tahun bank plat merah yang fokus di penyaluran kredit perumahan ini menyebut telah menurunkan rata-rata suku bunga KPR non subsidi di kisaran 100 hingga 150 bps.

Pihaknya tidak menampik bahwa penyaluran kredit rumah masih dapat berkembang, salah satunya masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki rumah.

"Kalau harga rumahnya bisa turun, pasti permintaannya akan bisa ini (menjangkau). Harga rumah naik karena harga tanah mahal, makanya yang laku itu KPR subsidi karena harganya murah," tambahnya.

Secara terpisah, Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko menilai pihaknya memang sangat selektif menurunkan suku bunga. Menurutnya, kalaupun suku bunga diturunkan rata-rata merupakan kredit konstruksi kepada BUMN alias special rate.

"Kita selektif aja, untuk BUMN turun karena tugasnya banyak misalnya ke Perumnas atau PT PP Properti," kata Iman. Kalaupun suku bunga KPR diturunkan, menurutnya hal tersebut masih bersifat promo.

Dus, sampai akhir tahun Iman memastikan BTN belum akan merubah suku bunga dasar kredit (SBDK) perseroan.

"Paling yang non subsidi berupa promo sifatnya, seperti fixed 1 atau 2 tahun itu diturunkan. Memang tidak merata," tambah Iman.

Sebagai gambaran, saat ini SBDK BTN per Oktober 2017 berdasarkan segmen bisnisnya antara lain kredit korporasi 11%, kredit ritel 11,5%, kredit konsumsi KPR 10,25% dan non KPR 11,5%.

Selain itu, sepanjang 2017, bank bersandi emiten BBTN menargetkan mampu menyalurkan kredit perumahan untuk 666 ribu unit rumah dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah.

Target tersebut terdiri dari penyaluran pinjaman untuk jenis rumah subsidi sebanyak 504.122 unit rumah. Kemudian, penyaluran pembiayaan untuk jenis rumah non-subsidi ditargetkan sebanyak 161.878 unit rumah.

Hingga bulan ke-10 tahun ini, BTN telah merealisasikan penyaluran kredit untuk 501.626 unit rumah atau setara 75,32%. Jumlah unit tersebut setara penyaluran kredit senilai Rp55,7 triliun.

Untuk jenis rumah subsidi, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 346.925 unit rumah atau setara Rp24,86 triliun. Untuk jenis rumah non-subsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 154.702 unit rumah atau sekitar Rp30,84 triliun per Oktober 2017.


KOMENTAR

PENCARIAN BERITA

2018 © PRIME SYSTEM

Powered by: